• Inchcape Prediksi Kondisi Pasar Otomotif 2025 Bakal Berat

    PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia memprediksi kondisi pasar otomotif nasional tahun depan akan berat. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan menjadi stagnan.

    Tahun ini, kondisi pasar otomotif bisa dikatakan lesu. Tahun depan, diyakini juga masih sama, apalagi jika kenaikan PPN 12 persen dikabulkan.

    Kariyanto Hardjosoemarto, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT Inchcape Indomobil Distribution Indonesia, mengatakan, pihaknya masih melihat tahun depan cukup berat. Khususnya, karena melihat indikasi-indikasi yang ada.

    “Tahun ini kan juga kayak Gaikindo revisi dari 1,1 juta unit menjadi 850.000 unit. Tahun depan bisa diprediksi 1 juta unit,” ujar Kariyanto, kepada wartawan, saat ditemui pada pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024, Jumat (22/11/2024).

    “Tetapi kalau melihat misalnya nanti rencana ada kenaikan PPN, terus kemudian ada wacana di beberapa daerah bisa menerapkan pajak opsen dan lain sebagainya, itu menjadi challenge lagi nih, challenge tambahan untuk pasar otomotif,” kata Kariyanto.

    Kariyanto menambahkan, seandainya terjadi pertumbuhan pun hanya sangat moderat, sangat kecil, atau bahkan cenderung stagnan di tahun depan. Maka itu, yang dibutuhkan sebenarnya justru dukungan dari pemerintah.

    “Misalnya, apakah ditinjau ulang untuk kenaikan PPN-nya itu Atau pun insentif-insentif dalam bentuk lain sih kita dari pelaku usaha menunggu hal tersebut,” ujarnya.

    “Tapi kalau dilihat, melihat indikasi ini sampai dengan November-Desember, sepertinya tahun depan kalau pun ada pertumbuhan hanya sedikit atau malah cenderung stagnan,” kata Kariyanto.

  • All New Innova Reborn 2025: MPV Premium dengan Fitur Terkini, Siap Bersanding dengan Mobil-mobil Modern Keluaran Terbaru!

    This image has an empty alt attribute; its file name is image-7-150x150.png

    Pada tahun ini, dunia otomotif dikejutkan dengan hadirnya All New Innova Reborn, sebuah MPV premium yang dirancang untuk bersaing dengan mobil-mobil modern keluaran terbaru.

    Dengan desain yang elegan dan teknologi terkini, Innova Reborn 2025 siap menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan kendaraan keluarga yang mewah dan bertenaga.

    Innova Reborn 2025 dilengkapi dengan fitur-fitur canggih yang menjadikannya setara dengan mobil-mobil modern lainnya.

    Dari sistem infotainment terbaru hingga teknologi keselamatan yang mutakhir, setiap detail dari MPV ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan maksimal bagi penggunanya.

    Salah satu fitur yang menonjol adalah sistem hiburan dengan layar sentuh besar yang mendukung konektivitas smartphone, memungkinkan pengemudi dan penumpang untuk tetap terhubung dengan dunia luar selama perjalanan.

    Tak hanya itu, performa Innova Reborn 2025 juga tak kalah impresif. Mesin yang digunakan lebih bertenaga dan efisien, memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan responsif.

    Selain itu, suspensi yang ditingkatkan menjamin kenyamanan berkendara di berbagai medan, menjadikan MPV ini pilihan tepat untuk berbagai kebutuhan, baik untuk perjalanan sehari-hari maupun liburan keluarga.

    Desain eksterior dari Innova Reborn 2025 juga mengalami perubahan signifikan. Dengan tampilan yang lebih agresif dan modern, mobil ini berhasil menarik perhatian para pecinta otomotif.

    Lampu depan LED yang stylish dan grille depan yang kokoh menambah kesan mewah dan elegan. Di sisi interior, kabin luas dengan material berkualitas tinggi menawarkan kenyamanan luar biasa bagi seluruh penumpang.

    Dalam hal keselamatan, Innova Reborn 2025 dilengkapi dengan berbagai fitur canggih seperti pengereman darurat otomatis, sistem peringatan tabrakan, dan kamera 360 derajat.

    Semua fitur ini dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal bagi pengemudi dan penumpang, menjadikan perjalanan bersama keluarga lebih aman dan tenang.

    Namun, perlu diingat bahwa informasi mengenai All New Innova Reborn 2025 ini masih sebatas prediksi yang dilansir dari kanal “YouTube Auto86A” dan dari berbagai sumber. Jadi, untuk informasi lebih akurat dan terkini, kita harus menunggu konfirmasi resmi dari pihak Toyota.**

  • Deretan Mobil SUV Mewah di RI Awal Tahun 2025

    Meski tidak sebesar pasar segmen SUV dengan harga Rp300 juta hingga Rp500 jutaan, namun mobil dengan harga Rp800 jutaan ke atas atau masuk ke dalam segmen mewah tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen.

    Pasar mobil mewah sangat dinamis, sejumlah merek ternama telah meluncurkan model terbaru untuk bersaing memperebutkan konsumen kelas atas.

    1. BMW 8 The 8 840i Gran Coupe

    Produsen otomotif asal Jerman, BMW telah meluncurkan mobil mewah The 8 840i Gran Coupe yang masuk ke dalam segmen SUV dan dibanderol Rp2-3 miliar. 

    Mobil ini memiliki mesin dengan kapasitas 2998 cc dan mampu menghasilkan tenaga hingga 340 hp. 2. BMW The XM

    Menjadi mobil SUV mewah terbaru dengan desain agresif dan teknologi canggih, yang ditenagai oleh mesin 4.4L twin-turbo V8 yang dipadukan dengan motor listrik, menghasilkan tenaga sebesar 653 hp dan torsi 800 Nm. Mobil mewah ini dibanderol Rp 6 miliar.

    3. Mercedes-EQ EQA 250 Electric Line

    Mobil listrik dari Mercedes-Benz ini menjadi pilihan menarik bagi konsumen yang ingin memiliki kendaraan ramah lingkungan.

    Mobil listrik ini dibekali dengan tenaga 190 hp dan torsi mencapai 385 Nm. Mobil mewah ini dipasarkan dengan harga Rp1,5 miliar.

    4. Mercedes-Benz EQ EQS

    Mobil mewah Mercedes-Benz lainnya adalah EQ EQS, yang tersedia dalam berbagai varian, dengan tenaga mulai dari 333hp hingga 523 hp.

    Dengan baterai berkapasitas besar, yakni 107 kWh, EQS mampu menempuh jarak hingga 785 km (WLTP) dengan sekali pengisian daya (EQS 450 4Matic AMG Line SUV: 676 km).

    Mobil mewah ini dipasarkan dengan harga mulai dari Rp2,9 miliar hingga Rp3 miliaran.

    5. Lexus LX 570

    Lexus LX 570 merupakan SUV mewah yang menawarkan performa tangguh dan kenyamanan premium.

    Ditenagai oleh mesin V8 berkapasitas 5.663 cc, kendaraan ini mampu menghasilkan tenaga hingga 362 hp dan torsi maksimal 530 Nm, disalurkan melalui transmisi otomatis 8-percepatan dengan sistem penggerak all-wheel drive.

    Di Indonesia, Lexus LX 570 ditawarkan dengan harga sekitar Rp3,365 miliar.

  • Wajib Dikunjungi… Indonesia Jadi Tuan Rumah 5 Pameran Otomotif Besar Tahun 2025

    Pameran Otomotif Besar Tahun 2025

    Tahun 2025 akan menjadi momen penting bagi industri otomotif di Indonesia.

    Berbagai pameran otomotif prestisius akan digelar, menghadirkan inovasi terbaru dan teknologi mutakhir dari berbagai merek kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.

    Seiring dengan perkembangan pesat industri otomotif di Tanah Air, Indonesia semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain utama di kawasan Asia Tenggara.

    Selain memenuhi kebutuhan pasar domestik, produksi kendaraan dalam negeri juga telah menjadi komoditas ekspor unggulan.

    Ekspor Otomotif Indonesia Mendominasi

    Menurut Kukuh Kumara, Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo),

    Indonesia telah mencapai swasembada produksi mobil sejak lebih dari satu dekade lalu.

    “Impor mobil sangat terbatas. Saat ini, kendaraan buatan Indonesia sudah diekspor ke berbagai negara,” ujar Kukuh.

    Berdasarkan data Gaikindo, sepanjang tahun 2024, ekspor mobil utuh (Completely Built Up/CBU) dari Indonesia mencapai 472.194 unit,

    meski terjadi penurunan sebesar 6,5 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 505.134 unit.

    Selain itu, ekspor mobil dalam bentuk terurai (Completely Knocked Down/CKD) mencapai 46.311 unit, turun dari 65.781 unit pada tahun sebelumnya.

    Di sisi lain, total impor mobil sepanjang 2024 hanya 97.010 unit,

    yang berarti kendaraan impor hanya menyumbang sekitar 11 persen dari total penjualan domestik.

    5 Pameran Otomotif Wajib Dikunjungi di Tahun 2025

    Untuk Anda pecinta otomotif, berikut daftar pameran otomotif besar yang akan digelar di Indonesia pada tahun 2025:

    Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025

    Deskripsi: Pameran ini menghadirkan berbagai merek mobil dan motor, termasuk peluncuran produk baru yang menarik perhatian pecinta otomotif.

    Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025

    Deskripsi: Fokus pada kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan, acara ini menjadi wadah untuk memperkenalkan solusi transportasi berkelanjutan.

    Untuk Anda pecinta otomotif, berikut daftar pameran otomotif besar yang akan digelar di Indonesia pada tahun 2025:

    Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025

    Deskripsi: Pameran ini menghadirkan berbagai merek mobil dan motor, termasuk peluncuran produk baru yang menarik perhatian pecinta otomotif.

    Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025

    Deskripsi: Fokus pada kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan, acara ini menjadi wadah untuk memperkenalkan solusi transportasi berkelanjutan.

    Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025

    Deskripsi: Pameran ini menampilkan beragam kendaraan terbaru, termasuk mobil konsep dan teknologi elektrifikasi.

    Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025

    Deskripsi: Ajang pameran sepeda motor ini menampilkan inovasi terkini di dunia kendaraan roda dua, termasuk motor listrik dan aksesori premium.

    Jakarta Auto Week (GJAW) 2025

    Deskripsi: Sebuah pameran otomotif bergengsi yang menghadirkan model terbaru dari berbagai merek ternama dengan teknologi canggih.

    Industri Otomotif Menuju Masa Depan

    Dengan berbagai pameran yang dijadwalkan pada tahun 2025,

    industri otomotif Indonesia tidak hanya menunjukkan perkembangan signifikan tetapi juga mengedepankan teknologi ramah lingkungan.

    Ini sejalan dengan tren global yang mengarah pada penggunaan kendaraan berbasis listrik dan energi bersih.

    Tahun 2025 diharapkan menjadi titik balik bagi industri otomotif di Indonesia untuk semakin bersaing di pasar internasional.

  • Proyeksi Pasar Otomotif Nasional Sepanjang 2025: Banyak Sekali Tantangan!

    Proyeksi Pasar Otomotif Nasional Sepanjang 2025: Banyak Sekali Tantangan!

    Tahun lalu market otomotif nasional mengalami penurunan. Bahkan Gaikindo mengubah target dari 1,1 juta menjadi 850 ribu unit. Sedangkan untuk proyeksi 2025 juga dinilai semakin menantang. Ada sejumlah faktor yang menjadi kendala seperti opsen pajak di sejumlah daerah dan kenaikan PPN menjadi 12 persen. Belum lagi di sektor pembiayaan penuh dengan kredit macet (NPL), membuat leasing semakin selektif.

    Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menuturkan. Gaikindo menetapkan target penjualan 2025 sebanyak 850 ribu unit, dengan potensi koreksi turun hingga 750 ribu unit dan upside ke 900 ribu unit. Hal ini disebabkan beberapa aspek di tarif perpajakan dan kondisi perekonomian belum stabil.

    Menurut dia, ada beberapa faktor yang memengaruhi pasar mobil sepanjang 2025. Selain tiga hal itu, ada faktor penurunan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS), Federal Funds Rate (FFR). Kemudian makin banyak merek-merek kendaraan bermotor masuk ke Indonesia. Sehingga konsumen mempunyai lebih banyak pilihan. Tahun ini, penjualan EV diperkirakan terus bertumbuh.

    GIIAS Semarang 2024

    Untuk itu, diperlukan dukungan kebijakan dari pemerintah, termasuk untuk mengatasi dampak opsen pajak kendaraan bermotor. Sehingga industri kendaraan bermotor nasional tetap bisa tumbuh. Menurut Kukuh, dukungan insentif dapat meningkatkan pertumbuhan industri kendaraan bermotor (KBM), terlihat dari peningkatan penjualan. Kemudian bisa menggairahkan industri komponen, industri perbankan, hingga lembaga pembiayaan.

    “Selain itu, (dukungan kebijakan pemerintah) bisa berdampak terhadap pertambahan pendapatan negara, baik pusat dan daerah. Terdiri atas PPN, BBNKB, PKB, PPh badan, PPh perorangan,” tegasnya.

    Gaikindo pun meminta semua teknologi elektrifikasi (xEV), yakni HEV, PHEV dan BEV diberikan kesempatan untuk mendapatkan insentif. Yakni sesuai dengan kontribusi dalam penurunan emisi karbon dioksida (CO2) dan bahan bakar minyak (BBM). Perkembangan pasar xEV dapat memberikan dampak terhadap pendalaman industri otomotif, juga potensi peningkatan ekspor jenis kendaraan elektrifikasi.

    GIIAS 2024

    Penjualan Mobil Bisa Tumbuh Tajam Bila Syarat Terpenuhi

    Pasar mobil di Indonesia stagnan di kisaran 1 juta unit sejak 2014 hingga 2023. Terutama disebabkan rendahnya daya beli akibat penurunan kelas menengah, produktivitas tenaga kerja turun. Kemudian akibat perlambatan pertumbuhan PDB per kapita, inflasi tinggi, nilai tukar mata uang asing, suku bunga, keterbatasan pembiayaan dan regulasi pemerintah.

    Oleh sebab itu, kelas menengah dapat menentukan arah pasar mobil ke depan. Intinya, pasar mobil bakal menguat tajam asalkan Indonesia mencapai visi Indonesia 2045. Yakni pendapatan nasional bruto per kapita harus di angka US$30.300, pertumbuhan ekonomi 7-8 persen per tahun dan populasi berpenghasilan menengah sebesar 80 persen. Ambil contoh, relaksasi PPnBM pada 2021 dan 2022 berhasil meningkatkan penjualan mobil. Insentif ini mendorong peningkatan permintaan terhadap input di sektor industri (backward linkage). Serta peningkatan output di sektor otomotif (forward linkage).

    Asal tahu, sektor otomotif nasional mengalami pemulihan signifikan pada 2021. Hal ini didukung oleh inisiatif pemerintah seperti subsidi PPnBM. Penjualan mobil kala itu terkerek lebih dari 300 ribu unit dibandingkan 2020. Tentu memberikan dampak positif bagi industri suku cadang dan komponen. Namun, setelah subsidi PPnBM dicabut pada 2023. Penjualan kendaraan roda empat menurun hampir 40.000 unit dibandingkan 2022. Menunjukkan tren penurunan yang berlanjut.

    IIMS Hybrid 2021

    Raden Pardede pengamat ekonomi bilang. Insentif itu bisa meningkatkan permintaan input di backward linkage sebesar Rp36 triliun dan output forward linkage Rp43 triliun. Program PPnBM DTP melibatkan 319 perusahaan komponen tingkat 1. Mendorong kinerja industri tingkat 2 dan 3, yang sebagian besar adalah IKM.

    Soal tren BEV dunia, dia meminta pemerintah menyesuaikan regulasi dan kemampuan beli masyarakat (affordability). Sebab, jika regulasi terlalu maju, ini akan mematikan industri. “Kita tak perlu ikuti negara lain. Indonesia harus menentukan jalannya sendiri. Pemerintah perlu bersikap rasional dalam melihat keunggulan kompetitif dan keterbatasan yang ada,” ungkap Raden Pardede.

    Jadi, tanpa tambahan insentif, penjualan mobil 2025 dikhawatirkan bisa jebol di bawah 800 ribu unit, melanjutkan tren buruk pada 2024. Saat itu pasar turun 13,9 persen menjadi 865.723 unit. Sebaliknya, melalui skenario tambahan insentif, market mobil bisa diselamatkan dengan estimasi penjualan 900 ribu unit. Sejauh ini, pemerintah telah merilis insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) mobil hybrid sebesar 3 persen. Namun, pertolongan ini dinilai belum cukup. (ALX/TOM)

  • Penjualan Mobil di Dunia Diprediksi Nyaris Tembus 90 Juta Unit pada 2025

    Pengunjung memadati pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (18/7/2024)/JIBI/Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

    Penjualan mobil baru di dunia diprediksi nyaris mencapai 90 juta unit, atau tepatnya 89,6 juta unit pada 2025, berdasarkan riset S&P Global Mobility.

    Executive Director of Global Light Vehicle Forecasting S&P Global Mobility Colin Couchman mengatakan, penjualan mobil baru pada tahun depan diperkirakan hanya naik tipis 1,7% secara year-on-year (yoy) dibandingkan proyeksi sepanjang 2024 yang sebesar 88,2 juta unit. 

    Menurutnya, prospek perkiraan tersebut mencakup beberapa faktor, termasuk meningkatnya pasokan, dampak tarif, suku bunga yang masih tinggi, harga kendaraan baru yang tinggi, kepercayaan konsumen yang tidak merata, kekhawatiran harga dan pasokan energi, serta risiko kredit otomotif. 

    Selain itu, ada juga tantangan bagi kendaraan elektrifikasi di Amerika Serikat (AS), presiden terpilih Donald Trump diperkirakan akan mulai bekerja pada 2025 dengan berbagai prioritas kebijakan, termasuk tarif universal, deregulasi, dan berkurangnya dukungan terhadap mobil listrik berbasis baterai (BEV).

    “Tahun 2025 tampaknya akan menjadi tahun yang sangat menantang bagi industri otomotif karena faktor permintaan regional utama membatasi potensi permintaan dan pemerintahan AS yang baru menambah ketidakpastian baru sejak hari pertama,” kata Colin Couchman dalam risetnya dikutip Selasa (31/12/2024).

    Adapun, S&P Global Mobility memprediksi volume penjualan mobil di AS mencapai 16,2 juta unit pada 2025, naik 1,2% dari proyeksi pada 2024 sebesar 16 juta unit. Hal itu mencerminkan kondisi yang masih penuh ketidakpastian untuk pasar otomotif.

    Selain itu, menutup tahun 2024, pasar Eropa Barat dan Eropa Tengah diperkirakan akan mencatatkan penjualan dari 15 juta unit atau hanya naik tipis 1,1% yoy. Pada 2025, penjualan mobil di Eropa pun diprediksi stagnan di kisaran 15 juta unit.

    “Tantangan utama meliputi tren elektrifikasi yang dinamis, bersamaan dengan tarif Uni Eropa atas impor dari China, risiko kebijakan tarif Trump, ketidakyakinan konsumen, Komisi Uni Eropa yang baru, dan lobi yang gencar terkait target emisi Uni Eropa,” kata Couchman.

    Lebih lanjut, dia mengatakan, masalah keterjangkauan kendaraan baru yang menghambat permintaan otomotif sepanjang 2024 tidak serta merta akan segera membaik pada 2025. Harga kendaraan diperkirakan akan tetap tinggi.

    “Meskipun suku bunga diperkirakan akan turun lebih lanjut, tetapi tingkat inflasi diperkirakan akan tetap tinggi, dan inventaris kendaraan baru juga akan meningkat, tetapi manajemen yang cermat juga diharapkan,” pungkasnya.

    Penjualan Mobil di Indonesia Lesu

    Sementara itu, di dalam negeri, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengungkapkan capaian penjualan mobil hingga November 2024 masih menorehkan kinerja lesu dibandingkan tahun sebelumnya. 

    Mengacu data Gaikindo, sepanjang Januari – November 2024, total penjualan mobil secara wholesales tercatat sebesar 784.788 unit atau turun 14,7% secara yoy dari periode sama 2023 sebesar 920.518 unit.

    Penjualan ritel juga turun 11,2% yoy menjadi 806.721 unit pada periode 11 bulan 2024, dibandingkan 908.473 unit pada periode yang sama 2023.

    Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto mengatakan, pihaknya berharap penjualan mobil sampai akhir 2024 dapat menyentuh 850.000 unit. Pasalnya, angka tersebut telah direvisi dari sebelumnya sebesar 1,1 juta unit tahun ini.

    “Kami harapkan sampai akhir tahun angka penjualan mobil bisa mencapai 850.000 unit,” ujar Jongkie kepada Bisnis, Senin (9/12/2024).

    Kendati demikian, Gaikindo juga mengkhawatirkan dampak opsen pajak hingga kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% pada 2025 yang berisiko menekan industri otomotif. Terlebih, pemerintah juga menaikkan upah minimum provinsi (UMP) 2025 sebesar 6,5%.

    “Memang tahun depan akan ada kenaikan PPN, opsen pajak, UMP dan lain-lain. Kami perkirakan akan semakin sulit untuk mendapatkan angka-angka penjualan yang baik,” katanya.

  • Kenaikan Harga Mobil Mitsubishi Xforce dan Model Lainnya: Langkah Besar Dunia Otomotif Februari 2025

    Salah satu varian mobil dari PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) (oto.com)

    Kabar penting datang dari PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

    Perusahaan otomotif ini telah mengonfirmasi rencana kenaikan harga untuk seluruh lini kendaraan mereka mulai Februari 2025.

    Salah satu model yang akan mengalami penyesuaian harga adalah Xforce Ultimate Diamond Sense, varian terbaru dengan teknologi canggih.

    Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen serta penerapan opsen pajak daerah.

    Penyebab Utama Kenaikan Harga

    Yoshio Igarashi, Director of Sales & Marketing PT MMKSI, menjelaskan bahwa kenaikan harga ini dipicu oleh beberapa faktor utama.

    Kenaikan PPN menjadi 12 persen yang berlaku sejak 1 Januari 2025 menjadi salah satu penyebab utama.

    Selain itu, opsen untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang diberlakukan mulai 5 Januari 2025 turut memengaruhi.

    Namun, Igarashi menyebut perusahaan masih mempelajari dampak opsen ini di berbagai provinsi.

    Harga Mitsubishi Xforce Terkini
    Saat ini, Mitsubishi Xforce ditawarkan dengan harga mulai dari Rp385 juta untuk varian Exceed CVT, Rp418,3 juta Ultimate dan Rp426,35 juta Ultimate Diamond Sense.

    Menariknya, khusus varian Diamond Sense sudah mengalami kenaikan harga sebelumnya. Saat diluncurkan pada ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) pada November 2024, harga awalnya adalah Rp422,9 juta On The Road (OTR) Jakarta.

    Fitur Unggulan Xforce Ultimate Diamond Sense

    Sebagai model terbaru dan termahal di jajaran Xforce, varian Ultimate Diamond Sense menawarkan fitur keselamatan canggih yang memanfaatkan teknologi terkini, meliputi:

    • Adaptive Cruise Control (ACC): Menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
    • Leading Car Departure Notification (LCDN): Memberi tahu pengemudi ketika kendaraan di depan mulai bergerak.
    • Front Collision Mitigation System (FCM): Mengurangi risiko tabrakan depan.
    • Blind Spot Warning (BSW): Memantau titik buta pengemudi.
    • Rear Cross Traffic Alert (RCTA): Memberikan peringatan saat kendaraan mundur.
    • Automatic High Beam (AHB): Mengatur sorot lampu secara otomatis untuk visibilitas optimal.

    Selain itu, model ini dilengkapi dengan 6 titik kantong udara yang menambah perlindungan bagi penumpang.

    Semua teknologi ini dipadukan dengan perangkat Mono Camera, Sensor Radar, dan Ultrasonic Parking Sensor untuk menghadirkan pengalaman berkendara yang aman serta nyaman.

    Penjualan Xforce 2024: Ultimate Jadi Primadona

    Berdasarkan data penjualan wholesale dari Gaikindo, Mitsubishi Xforce mencatatkan penjualan sebanyak 6.517 unit sepanjang 2024.

    Varian Ultimate menjadi pilihan favorit bagi para konsumen dengan total penjualan mencapai 5.758 unit.

    Sementara itu, varian terbaru dengan fitur Diamond Sense terjual sebanyak 361 unit. MMKSI optimistis akan menjadi terlaris di masa mendatang, mengingat tambahan fitur yang meningkatkan daya tariknya.

    Apa Artinya Bagi Konsumen?

    Kenaikan harga ini tentu menjadi pertimbangan penting bagi calon pembeli. Dengan tambahan fitur canggih pada varian baru, Mitsubishi Xforce Ultimate Diamond Sense menawarkan nilai lebih yang sepadan dengan kenaikan harga.

    Namun, bagi konsumen yang ingin membeli sebelum kenaikan berlaku, Januari 2025 menjadi waktu tepat untuk memanfaatkan harga lama.

    MMKSI berharap langkah ini tidak hanya menjadi respons terhadap regulasi pajak, tetapi juga mampu memperkuat posisi Mitsubishi di pasar otomotif Indonesia.

    Dengan inovasi dan teknologi yang terus dikembangkan, Mitsubishi menunjukkan komitmennya untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin kompleks.

    Bagi yang sedang mempertimbangkan pembelian kendaraan Mitsubishi, jangan lewatkan informasi ini.

    Pastikan mengunjungi dealer resmi terdekat sebelum kenaikan harga berlaku. Dikutip timenews.co.id dari https://www.oto.com/, Sabtu 25 Januari 2025.***

  • Simak Proyeksi Pasar Otomotif 2025 usai PPN 12% Resmi Berlaku

    Pengunjung melihat mobil bekas yang di pamerkan di Jakarta. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

    Industri otomotif pada 2025 dibayangi risiko pelemahan setelah pemerintah resmi memberlakukan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 12% mulai hari ini, Rabu (1/1/2025) untuk sejumlah barang mewah, termasuk kendaraan bermotor kategori tertentu. Pasalnya, sepanjang 2024 kinerja penjualan mobil mengalami penurunan, alhasil Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) merevisi target penjualan mobil dari awalnya 1,1 juta unit menjadi 850.000 unit. Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto mengatakan, selain kenaikan PPN menjadi 12%, pihaknya juga mengkhawatirkan dampak opsen pajak yang berisiko menekan industri otomotif. Terlebih, pemerintah juga menaikkan upah minimum provinsi (UMP) 2025 sebesar 6,5%. “Memang tahun 2025 akan ada kenaikan PPN, Opsen Pajak, UMP dan lain-lain. Kami perkirakan akan semakin sulit untuk mendapatkan angka-angka penjualan yang baik,” ujar Jongkie kepada Bisnis, dikutip pada Rabu (1/1).

    Perlu diketahui, opsen pajak adalah pungutan tambahan pajak menurut persentase tertentu, berdasarkan Undang-Undang No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD). Nantinya pemerintah kabupaten/kota memungut opsen dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Sementara itu, pemerintah provinsi dapat memungut opsen dari Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).

    Adapun, sepanjang Januari – November 2024, total penjualan mobil secara wholesales tercatat sebesar 784.788 unit atau turun 14,7% secara year-on-year (YoY) dari periode sama 2023 sebesar 920.518 unit. Sementara itu, penjualan ritel juga turun 11,2% YoY menjadi 806.721 unit pada periode 11 bulan 2024, dibandingkan 908.473 unit pada periode yang sama 2023. Pakar Otomotif dan Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus mengatakan, proyeksi industri otomotif di Indonesia tampak suram dengan berbagai tekanan yang mempersulit keberlangsungan pasar.  “Semua itu akibat dari akumulasi kenaikan UMP 6,5%, PPN menjadi 12%, kenaikan BBNKB, PKB, efek kenaikan kurs dolar akibat ketergantungan pada komponen impor parts industri mobil yang ada di Indonesia,” ujar Yannes saat dihubungi Bisnis. Menurutnya, estimasi menunjukkan harga mobil bisa naik hingga 9%, membuat kendaraan semakin sulit dijangkau konsumen yang belum jelas akan mampu meningkat penghasilannya pada 2025.  Apalagi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah masyarakat kelas menengah (middle income class) turun menjadi 47,85 juta pada 2024, dibandingkan 57,33 juta pada 2019.  “Jadi proyeksi penjualan mobil tahun 2025 turun hingga 30%, setara dengan 500.000 unit seperti di era Covid pun sudah menjadi sebuah prediksi yang realistis tanpa ada genjotan ekonomi untuk middle income class di Indonesia dari pemerintah,” pungkas Yannes.

  • Proyeksi Penjualan Mobil Indonesia 2025: Harapan Gaikindo

    BYD M6 GIIAS 2024

    Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2025 dapat kembali mencapai angka normal, yakni menembus 1 juta unit.

    Hal tersebut disampaikan oleh Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto, yang sekaligus menyebut bahwa tahun ini industri berada di tengah tantangan kenaikan perpajakan.

    “Proyeksi tahun 2025 belum kami putuskan, mengingat masih ada rencana beberapa kenaikan perpajakan yang bisa menjadi kendala. Tapi kami berharap tahun ini bisa kembali ke angka-angka normal,” ujarnya kepada Kompas.com, Rabu (8/1/2025).

    Ilustrasi pameran otomotif.

    Lihat Foto Ilustrasi pameran otomotif.(GIIAS 2024)

    Jongkie menyatakan sejatinya kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen sudah bisa diproyeksikan karena penerapan yang jelas, kecuali untuk tipe-tipe kendaraan tertentu yang mendapatkan insentif.

    Namun, keputusan terkait opsen pajak daerah masih belum pasti.

    Hal ini lantas jadi perhatian tersendiri bagi asosiasi.

    Opsen pajak adalah pungutan tambahan di atas pajak yang ditetapkan oleh pemerintah daerah melalui instrumen.Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan Opsen Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan.

    Opsen PKB dan BBNKB dikenakan sebesar 66 persen dari nilai pajak yang terutang.

    Ilustrasi penjualan mobil

    Namun, hal ini tidak berarti pajak kendaraan langsung naik karena tarif dasar PKB dan BBNKB akan disesuaikan tergantung provinsi.

    “Opsen masih belum jelas keputusan dari beberapa Pemda,” kata Jongkie.

    “Beban tambahan yang cukup besar, khususnya untuk mobil-mobil kelas bawah. Kalau bisa, jangan ada tambahan biaya perpajakan yang membuat harga mobil makin mahal,” tambahnya.

    Sementara itu, Gaikindo melaporkan bahwa penjualan mobil pada tahun 2024 sesuai dengan proyeksi, di mana total wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) pada Januari-Desember 2024 mencapai 865.723 unit. Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya, di mana wholesales pada 2023 mencapai 1.005.802 unit, atau turun 13,9 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

    Sedangkan penjualan ritel pada 2024 tercatat sebanyak 889.680 unit, lebih rendah dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang mencapai 998.059 unit.

  • Teknologi Mobil Listrik di Indonesia Tahun 2025

    Mobil listrik

    Mobil listrik semakin menjadi perhatian utama dalam dunia otomotif global, dan Indonesia tidak ketinggalan dalam adopsi teknologi ramah lingkungan ini. Dengan perkembangan pesat dalam industri mobil listrik, tahun 2025 diprediksi menjadi titik penting dalam perjalanan transisi energi di sektor otomotif Indonesia. Peningkatan infrastruktur, kebijakan pemerintah, serta kesadaran akan pentingnya pengurangan emisi karbon membuka peluang besar bagi teknologi mobil listrik di Indonesia.

    1. Kebijakan Pemerintah Mendukung Perkembangan Mobil Listrik

    Pemerintah Indonesia terus mendorong pengembangan kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan dan insentif. Program insentif fiskal, seperti pengurangan pajak dan bea masuk, menjadi salah satu cara untuk menarik minat produsen dan konsumen. Selain itu, pembentukan peta jalan atau roadmap kendaraan listrik juga bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang mendukung adopsi mobil listrik, termasuk pengembangan baterai dalam negeri dan infrastruktur pengisian daya.

    1. Perkembangan Infrastruktur Pengisian Mobil Listrik

    Salah satu tantangan utama dalam pengadopsian mobil listrik adalah keterbatasan infrastruktur pengisian daya. Namun, pada tahun 2025, diharapkan Indonesia sudah memiliki lebih banyak stasiun pengisian daya umum (SPKLU) yang tersebar di berbagai wilayah. Pemerintah bekerja sama dengan perusahaan swasta untuk memperluas jaringan SPKLU ini, memudahkan pemilik mobil listrik untuk melakukan pengisian daya di tempat-tempat umum, seperti pusat perbelanjaan, kantor, hingga tempat parkir kendaraan umum.

    1. Inovasi Teknologi Baterai

    Baterai menjadi komponen kunci dalam kendaraan listrik. Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi baterai dengan ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, seperti nikel dan kobalt. Pada tahun 2025, diharapkan akan ada kemajuan dalam hal efisiensi baterai, yang dapat meningkatkan jangkauan mobil listrik dalam satu kali pengisian daya. Selain itu, perkembangan baterai solid-state yang lebih aman dan memiliki daya tahan lebih lama juga diperkirakan akan memasuki pasar Indonesia.

    1. Pilihan Mobil Listrik yang Lebih Terjangkau

    Salah satu faktor penghambat utama untuk penggunaan mobil listrik di Indonesia adalah harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan kendaraan bermesin konvensional. Namun, dengan semakin banyaknya pabrikan yang memproduksi mobil listrik di Indonesia, harga kendaraan listrik diperkirakan akan semakin terjangkau. Pengembangan mobil listrik lokal yang lebih terjangkau, serta dukungan insentif pemerintah, akan membuat mobil listrik lebih menarik bagi konsumen Indonesia pada 2025.

    1. Peningkatan Kesadaran Lingkungan dan Permintaan Mobil Listrik

    Kesadaran masyarakat terhadap isu perubahan iklim dan polusi udara terus meningkat. Banyak konsumen yang mulai mempertimbangkan mobil listrik sebagai alternatif kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Di sisi lain, semakin banyak perusahaan dan pemerintah daerah yang memperkenalkan kebijakan ramah lingkungan, seperti pembatasan kendaraan berbahan bakar fosil di area-area tertentu. Hal ini membuat permintaan akan mobil listrik terus meningkat, baik di sektor konsumen individu maupun fleet (perusahaan).

    1. Mobil Listrik untuk Sektor Komersial

    Pada tahun 2025, tidak hanya konsumen pribadi yang akan merasakan manfaat dari teknologi mobil listrik. Sektor komersial juga mulai mengadopsi kendaraan listrik untuk armada transportasi mereka. Misalnya, penggunaan mobil listrik untuk taksi online, pengiriman barang, atau kendaraan operasional perusahaan. Dengan biaya operasional yang lebih rendah dan emisi yang lebih bersih, sektor ini akan menjadi pasar penting bagi mobil listrik di Indonesia.

    1. Tantangan dan Peluang yang Dihadapi Industri Mobil Listrik

    Meskipun prospek pasar mobil listrik di Indonesia sangat cerah, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti kebutuhan untuk mempercepat pengembangan ekosistem pendukung dan mendidik masyarakat tentang keunggulan kendaraan listrik. Selain itu, kesediaan konsumen untuk beralih dari kendaraan berbahan bakar fosil ke mobil listrik masih menjadi faktor penentu. Namun, dengan dukungan kebijakan yang berkelanjutan dan inovasi teknologi, Indonesia siap menjadi salah satu pemain utama dalam industri mobil listrik di Asia Tenggara pada tahun 2025.(fgn)