Toyota menyambut baik awal tahun 2025 ini dengan semangat menggebu-gebu. Bahkan pabrikan asal Jepang ini bilang kalau mereka optimis terhadap perkembangan pasar mobil Indonesia di tahun 2025.
“Disclaimer ya sekali lagi saya bukan pengamat ekonomi gitu ya, tapi memang sangat tergantung dari faktor ekonomi, ada beberapa faktor yang kita lihat,” buka Anton Jimmi Suwandy, selaku Direktur Pemasaran PT Toyota-Astra Motor (TAM).
Anton, begitu biasa tim redaksi kami sapa pun menjelaskan hal itu karena beberapa faktor, “Satu faktor positif adalah tahun (2025) adalah tahun setelah tahun politik, biasanya tahun setelah tahun politik biasanya demand, market, dan ekonomi akan berkembang,” jelas Anton.
“Jadi harapan kita itu (semua) adalah faktor positif yang (dapat) mendorong market untuk berkembang,” kata pria berkacamata yang suka mobil dengan desain rendah nan aerodinamis ini (sedan atau mobil sport).
Namun itu bukan tanpa tantangan, “Tapi kita tidak pernah mengalami kenaikan pajak yang seperti di awal tahun 2025, kalau sesuai rencana yang seperti sekarang, saya tidak hanya bicara soal PPN 12%,” tutur Anton.
“Tapi on top of that ada opsen yang nilainya besar, ada yang bilang 5%, ada yang bilang 6%, ada yang bilang 7% dan itu sangat signifikan, jadi kalau sampai benar itu terjadi nilainya segitu, apakah memang kenaikan dari ekonomi tadi itu bisa lebih tinggi dibandingkan dengan impact dari ini (pajak dan opsen) ini sendiri,” kata pria kelahiran tahun 1977 ini.
“Banyak hitung-hitungan lah simpelnya, kira-kira minimum (kenaikan) 20% kalau memang opsen ini terjadi, karena harapan kita (akibat) dari opsen ini (pajak) tidak naik seperti dugaan kita, kedua pertumbuhan ekonomi juga bisa tumbuh better dari tahun-tahun sebelumnya,” tutup Anton ke redaksi Auto Jago Indonesia.
Laporan terbaru dari Economist Intelligence Unit (EIU) yang berjudul Automotive Outlook 2025 memberikan pandangan komprehensif mengenai pertumbuhan dan tantangan yang akan dihadapi sektor otomotif dalam beberapa tahun mendatang.
Laporan ini menyoroti bagaimana ketegangan geopolitik dan perubahan iklim akan memengaruhi perkembangan industri, termasuk transisi ke kendaraan listrik (EV) dan berbagai inovasi teknologi lainnya. Berikut adalah sorotan utama dari laporan tersebut, serta analisis mengenai prospek otomotif global pada tahun 2025.
EIU memproyeksikan bahwa pasar otomotif global akan tumbuh sebesar 2,3% pada tahun 2025, meskipun masih menghadapi tantangan berat akibat ketidakstabilan geopolitik dan tekanan regulasi terkait perubahan iklim. Pertumbuhan ini sebagian besar akan digerakkan oleh peningkatan permintaan kendaraan listrik, yang diperkirakan akan terus melonjak meskipun dengan laju yang lebih lambat dibandingkan tahun 2024.
Pasar kendaraan listrik diproyeksikan tumbuh sebesar 4% dari tahun ke tahun pada 2025, sebuah angka yang masih cukup signifikan meskipun menghadapi berbagai hambatan, termasuk meningkatnya ketegangan perdagangan dan persaingan dari produsen Tiongkok. Kendaraan listrik tetap menjadi fokus utama dalam strategi pertumbuhan banyak produsen otomotif global, meskipun keberhasilan transisi ini sangat bergantung pada stabilitas ekonomi dan kerja sama internasional.
Laporan EIU menekankan bahwa kendaraan listrik (EV) akan terus menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat di industri otomotif. Pada tahun 2025, penjualan kendaraan listrik diperkirakan akan mencapai 19,4 juta unit, meningkat sekitar 16% dari tahun 2024. Namun, kendala dalam rantai pasokan global dan meningkatnya hambatan perdagangan, terutama dalam hubungan antara Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Tiongkok, akan membatasi potensi pertumbuhan yang lebih besar.
Harga kendaraan listrik mungkin tetap tinggi karena ketidakpastian pasokan dan fluktuasi harga komoditas, meskipun kemajuan teknologi diharapkan dapat membantu menekan biaya produksi dalam jangka panjang.
Salah satu perhatian utama adalah bagaimana persaingan geopolitik dapat memperlambat transisi global ke kendaraan listrik. Arushi Kotecha, Analis Otomotif di EIU, mencatat bahwa “Persaingan antara Tiongkok dan AS serta UE kemungkinan akan meningkat pada tahun 2025, yang dapat menghambat perkembangan teknologi dan distribusi kendaraan listrik,” katanya. Meski begitu, ia tetap optimis bahwa penurunan harga komoditas dan inovasi teknologi akan mempercepat pengadopsian EV dalam beberapa tahun ke depan.
Sektor otomotif diperkirakan akan pulih dari masa-masa sulit yang dipicu oleh pandemi dan masalah rantai pasokan. Pada tahun 2025, penjualan kendaraan baru secara global diperkirakan akan mencapai 97,2 juta unit, dengan penjualan mobil penumpang naik sekitar 2% dan kendaraan komersial sebesar 4%. Angka ini menunjukkan pemulihan yang signifikan menuju level pra-pandemi, dan menjadi tanda positif bagi profitabilitas produsen otomotif.
Salah satu faktor yang sangat memengaruhi prospek pasar otomotif adalah kebijakan pemerintah, terutama yang terkait dengan pengurangan emisi dan transisi ke kendaraan ramah lingkungan. Pada tahun 2025, pembuat kebijakan di seluruh dunia diharapkan terus mendorong upaya untuk mengurangi kemacetan, emisi karbon, dan konsumsi bahan bakar fosil. Namun, laporan EIU mengingatkan bahwa dukungan terhadap kebijakan ini mungkin akan menghadapi tantangan, termasuk dari konsumen yang kurang antusias terhadap perubahan drastis dalam regulasi kendaraan.
EIU mencatat bahwa hasil pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 2024 akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kebijakan lingkungan di negara tersebut. Kebijakan pemerintahan baru, baik yang mendukung atau menentang transisi kendaraan listrik, akan berdampak besar pada industri otomotif global, mengingat pengaruh signifikan AS dalam ekonomi dunia.
Produsen otomotif di negara-negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan Eropa, akan terus menghadapi persaingan ketat dari Tiongkok, yang telah memperkuat dominasinya dalam produksi kendaraan listrik dan baterai. Pada tahun 2025, produsen otomotif negara-negara Barat akan berada di persimpangan antara mempertahankan teknologi lama berbasis bahan bakar fosil dan beralih ke teknologi baru yang lebih ramah lingkungan.
Meskipun demikian, EIU memperkirakan bahwa profitabilitas sektor kendaraan listrik akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penjualan dan penurunan harga komoditas. Produsen yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan teknologi dan regulasi memiliki peluang besar untuk meraih keuntungan dalam persaingan pasar global.
Teknologi terus menjadi pendorong utama perubahan di industri otomotif. Pada tahun 2025, otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) akan semakin terintegrasi ke dalam kendaraan baru, baik dalam bentuk fitur keamanan maupun kenyamanan. Namun, laporan EIU mencatat bahwa pengembangan mobil tanpa pengemudi masih jauh dari kenyataan, dengan banyak tantangan teknis dan regulasi yang harus diatasi sebelum teknologi ini bisa diadopsi secara luas.
Laporan Automotive Outlook 2025 dari EIU memberikan pandangan yang optimis namun realistis tentang masa depan industri otomotif global. Meskipun pasar akan terus tumbuh, tantangan signifikan seperti ketegangan geopolitik, tekanan regulasi, dan persaingan dengan Tiongkok akan tetap menjadi penghalang utama. Kendaraan listrik akan terus menjadi pusat perhatian, tetapi keberhasilan transisi ini sangat bergantung pada stabilitas ekonomi dan kerja sama internasional. Sementara itu, inovasi teknologi, termasuk otomatisasi dan kecerdasan buatan, akan terus mengubah industri di masa depan.
JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bridgestone Indonesia optimistis menghadapi tantangan industri otomotif pada 2025 dengan strategi yang matang. Setelah mencatat industri yang melesu pada 2024, perusahaan melihat potensi pasar untuk kembali bangkit tahun ini. Presiden Direktur Bridgestone Indonesia Mukiat Sutikno mengatakan, bahwa tantangan utama pada 2024, seperti deflasi selama lima bulan berturut-turut dan target penjualan mobil yang meleset, menjadi pembelajaran penting. “Gaikindo menargetkan penjualan mobil di angka sekitar 1,1 juta kendaraan, namun hanya tercapai sekitar 866.000 kendaraan. Secara pasar, pencapaian kinerja tahun 2024 memang lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2023,” ujarnya saat peluncuran ban Turanza 6 di Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2025).
Meski begitu, Mukiat menilai ada indikasi pemulihan. Menurutnya, sejak Desember 2024, ada peningkatan dari segi penggantian ban, didorong oleh momen liburan akhir tahun. Hal ini menstimulasi penjualan ban dan retail lainnya. Untuk menghadapi tantangan industri otomotif pada 2025, PT Bridgestone Indonesia akan fokus pada beberapa strategi utama. Pertama, memperkuat logistik dan distribusi ke wilayah tier 2 di luar kota besar.
“Pertumbuhan tidak hanya bisa terjadi di kota-kota besar saja. Kami akan memastikan standar dan kualitas produk yang sama di semua wilayah,” tutur Mukiat.
Kedua, perusahaan memastikan porsi ekspor tetap terjaga, dengan kontribusi ekspor dari pabrik di Karawang dan Bekasi mencapai sekitar 25%-26% dari total produksi. Untuk pasar OEM, porsi serupa juga dicatatkan, sementara replacement market berada di angka 45%-47%. PT Bridgestone juga berencana meluncurkan produk baru tahun ini. Meski belum memberikan detail, Mukiat memastikan inovasi akan terus menjadi prioritas untuk menjaga daya saing. “Kami cukup bersyukur karena berkat kerja keras tim, kami tetap mempertahankan posisi nomor satu di pasar passenger dengan pangsa sekitar 42%. Harapan kami, ini bisa terus bertumbuh lagi,” katanya.
Dengan strategi ini, PT Bridgestone Indonesia optimistis dapat menghadapi tantangan industri otomotif pada 2025 sekaligus memanfaatkan peluang pemulihan pasar.
Memasuki tahun 2025, industri otomotif Indonesia bakal ketambahan merek baru asal China. Rencananya, merek premium Denza siap memasarkan produknya di Tanah Air. Hal ini diketahui melalui undangan seremoni yang diterima oleh redaksi Kompas.com, kabarnya Denza bakal meluncur pada Rabu (22/1/2025). “Sebagai lanjutan dari brand terbaru yang akan hadir di Indonesia sebagai bagian dari upaya BYD untuk menghadirkan ragam pilihan kendaraan listrik di berbagai segmen, PT BYD Motor Indonesia bermaksud mengundang Bapak/Ibu untuk hadir di acara ‘DENZA Grand Launch’,” tulis undangan tersebut.
Sebagai informasi, Denza sejatinya merupakan anak perusahaan atau sub-brand dari BYD Auto. Perusahaan ini dibentuk atas gabungan dari Daimler AG.
Disebutkan bahwa kepemilikan saham Daimler AG hanya 10 persen, sedangkan 90 persennya milik BYD. Saat ini, Denza sendiri sudah memiliki beberapa model yang dipasarkan secara global. Salah satunya adalah Denza D9 yang diduga kuat bakal menjadi model pertama dari merek premium asal negeri Tiongkok itu.
Disebutkan bahwa kepemilikan saham Daimler AG hanya 10 persen, sedangkan 90 persennya milik BYD. Saat ini, Denza sendiri sudah memiliki beberapa model yang dipasarkan secara global. Salah satunya adalah Denza D9 yang diduga kuat bakal menjadi model pertama dari merek premium asal negeri Tiongkok itu.
Saat dikonfirmasi, pihak BYD Motor Indonesia juga tidak menampik bahwa Denza D9 bakal hadir di Tanah Air dalam waktu dekat. “Sesuai komitmen BYD, awal tahun ini merupakan momen yang akan kami manfaatkan untuk memperkenalkan new premium brand Denza kepada masyarakat Indonesia,” ucap Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, kepada Kompas.com (6/1/2025). Bicara soal D9 yang digadang-gadang bakal menjadi produk pertama Denza, mobil ini dibekali desain yang mirip dengan MPV mewah lainnya, seperti Toyota Alphard atau Lexus LM 350h.
Panjangnya 5.250 mm, lebar 1.960 mm, tinggi 1.920 mm, dan jarak sumbu rodanya 3.110 mm. Denza dibangun dengan e-platform andalan BYD yang terdiri dari susunan blade battery. Untuk D9, mobil ini dibekali dengan baterai berkapasitas 103 kWh. Dengan kapasitas tersebut, Denza D9 diklaim dapat menempuh jarak hingga 620 Km. Tidak seperti mobil listrik lainnya yang hanya memiliki satu lubang pengecasan cepat atau fast charging port, pada Denza D9 terdapat dua fast charging port. Sehingga, waktu pengisian dayanya bisa sangat cepat, mampu dicas dengan maksimal kemampuan daya 160 kW. BYD mengeklaim bahwa pengisian selama 15 menit, mobil listrik ini sudah bisa melaju hingga 230 Km.
tirto.id – Apakah di tahun 2025 ini Anda terpikir untuk membeli mobil Honda? Bila memang demikian, berikut ini daftar harga mobil Honda 2025 yang bisa dijadikan referensi untuk memilih mobil yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Sebagai produsen mobil terkemuka di pasar otomotif tanah air, Honda selalu menjadi pilihan favorit bagi banyak pecinta otomotif di Indonesia. Banyak yang memilih Honda karena produsen ini memiliki kualitas yang mumpuni, inovasi serta konsistensi dalam menjaga kualitas produk-produknya.
Selain itu, perusahaan ototmotif asal Jepang ini juga memiliki jaringan bengkel resmi Honda yang tersebar luas, ketersediaan suku cadang yang memadai, serta layanan pelanggan yang responsif, sehingga dapat memuaskan konsumen Honda yang setia.
Daftar Harga Mobil Honda Terbaru 2025
Tahun 2025 ini Honda memiliki 10 jenis mobil yang dipasarkan di tanah air, yaitu 2 SUV berupa Honda BRV, CR-V, 2 Crossover berupa Honda WR-V, HRV, 3 Hatchback berupa Honda Brio, City Hatchback, Civic Type R, 3 Sedan berupa Honda Civic RS, City, dan Accord.
Dari 10 mobil Honda itu, yang paling populer di pasaran tanah air adalah Honda Brio, Honda WR-V, dan Honda BRV. Untuk rentang harganya, pada 2025 ini Honda mengeluarkan mobil termurahnya yaitu Brio pada harga Rp 167,9 jutaan, dan yang termahal adalah Civic Type R seharga Rp 1,428 milyaran.
Untuk memberi gambaran dan rekomendasi, berikut adalah harga mobil Honda 2025, yang di antaranya adalah Brio dan Civic
Honda Brio
Honda Brio adalah mobil jenis Hatchback yang memiliki kapasitas mesin 1199 cc dan mampu menghasilkan tenaga hingga 89 hp dan torsi puncak 110 NM.
Mobil Honda berkapasitas 5 penumpang ini dilengkapi transmisi Variable Speed CVT dengan sistem keamanan Central Locking dan Power Door Locks.
Brio tersedia dengan transmisi manual dan CVT dengan dimensi panjang 3810 mm, lebar 1680 mm, dan wheelbase 2405.
Berikut ini harga Honda mobil Brio tahun 2025 ini sesuai dengan variannya masing-masing:
Satya S M/T (manual): Rp 167,9 jutaan (harga OTR)
Satya E M/T (manual): Rp 182,8 jutaan (harga OTR)
Satya E CVT (CVT): Rp 198,3 jutaan (harga OTR)
RS M/T (manual): Rp 243,1 jutaan (harga OTR)
RS CVT (CVT): Rp 253,1 jutaan (harga OTR)
Honda WR-V
Honda WR-V adalah mobil jenis Crossover yang dibekali dengan mesin 1498 c dan mampu menghasilkan tenaga hingga 119 hp dan torsi puncak 145 NM.
Mobil berkapasitas 5 penumpang ini memiliki dua jenis transmisi yaitu manual dan CVT dengan 6-kecepatan. Mobil jenis crossover ini juga terasa cukup luas dengan dimensi panjang 4.060 mm, lebar 1.780 mm dan wheelbase 1.608.
Berikut ini harga Honda WRV 2025 yang dirilis dalam 4 varian yaitu:
Honda WR-V 1.5 L E MT (manual) : Rp 274,9 jutaan (harga OTR).
Honda WR-V 1.5 L E CVT (CVT): RP 284,9 jutaan (harga OTR)
Honda WR-V RS (CVT): Rp 304,1 jutaan (harga OTR)
Honda WR-V RS with Honda Sensing (CVT): Rp 324,1 jutaan (harga OTR)
Honda BRV
Honda BRV adalah mobil jenis SUV dengan kapasitas 7 penumpang. Mobil ini dilengkapi dengan mesin 1497 cc dan mampu menghasilkan tenaga 119 hp dan torsi puncak 145 Nm.
Mobil ini dirilis dalam dua plilihan transmisi, manual dan CVT dan memiliki dimensi panjang 4490 mm, lebar 1780 mm dan wheelbase 1685 mm.
Honda BRV dipasarkan dalam 8 varian dengan harga yang berbeda-beda. Berikut ini daftarnya:
Honda BRV S MT (manual) : Rp 292,9 jutaan (harga OTR)
Honda BRV E MT (manual): Rp 307,1 jutaan (harga OTR)
Honda BRV E CVT (CVT): Rp 318,4 jutaan (harga OTR)
Honda BRV N7X E CVT (CVT): Rp 319,4 jutaan (harga OTR)
Honda BRV Prestige CVT (CVT): Rp 342,4 jutaan (harga OTR)
Honda BRV N7X PrestigeCVT (CVT): Rp 343,4 jutaan (harga OTR)
Honda BRV Prestige CVT with Honda Sensing (CVT): Rp 362,4 jutaan (harga OTR)
Honda BRV N7X Prestige with Honda Sensing CVT (CVT): Rp 363,4 jutaan (harga OTR)
Honda HRV
Honda HRV adalah jenis crossover dengan kapasitas lima tempat duduk. Mobil ini dilengkapi dengan kapasitas mesin 1498 cc dan mampu menghasilkan tenaga 119 hp dan torsi puncak 145 Nm.
Mobil crossover ini memiliki dimensi panjang 4330 mm sampai 4385 mm dan lebar 1790 mm dan wheelbase 1590 mm
Mobil yang dipasarkan dengan transmisi manual dan CVT ini memiliki 4 varian dengan harga berbeda-beda. Berikut ini harga mobil HRV 2025:
Honda HRV 1.5L S CVT (CVT): Rp 383,9 jutaan (harga OTR)
Honda HRV 1.5L E CVT (CVT):Rp 404,2 jutaan (harga OTR)
Honda HRV 1.5L SE CVT (CVT): Rp 424,6 jutaan (harga OTR)
Honda CR-V adalah SUV dengan kapasitas tempat duduk 7 kursi. Mobil ini dibekali dengan mesin 1993 cc dan mampu menghasilkan tenaga 187 hp dan torsi puncak 240 Nm.
Mobil crossover ini memiliki dimensi panjang 4691 mm, lebar 1866 mm, dan wheelbase 2701 mm, dan ground clrearance 198 mm.
Honda CR-V dipasarkan dalam dua varian dengan harga sebagai berikut:
Honda CR-V 5L Turbo (CVT): Rp 749,1 jutaan (harga OTR)
Mobil jenis hatchback ini memiliki kapasitas tempat duduk 5 kursi dan dibekali mesin 1498 cc dan mampu menghasilkan tenaga 119 hp dan torsi puncak 145 Nm.
Mobil hatchback ini memiliki dimensi panjang 4349 mm, lebar 1748 mm dan wheelbase 1488 mm. Honda City Hatchback dirilis dalam dua jenis transmisi yaitu manual dan CVT dan memiiki 3 varian dengan harga yang berbeda yaitu:
Honda City Hatchback RS MT (manual): Rp 352,5 jutaan (harga OTR)
Honda City Hatchback RS CVT (CVT): Rp 362,5 jutaan (harga OTR)
Honda City 2024 adalah mobil berjenis sedan dengan kapasitas 5 penumpang. Mobil ini dibekali mesin berkapasitas 1498 cc yang mampu menghasilkan tenaga 119 hp dan torsi puncak 145 Nm.
Mobil sedan ini memiliki dimensi panjang 4553 mm, lebar 1748 mm dan wheelbase 1467 mm. Sedan Honda City ini dirilis dalam satu varian yaitu Honda City E CVT yang dibanderol pada harga Rp 402 jutaan (harga OTR).
Honda Civic RS
Honda Civic RS 2024 adalah mobil sedan dengan kapasitas penumpang lima orang. Mobil ini dilengkapi dengan mesin berkapasitas 1498 cc dan mampu menghasilkan tenaga 176 hp dan torsi puncak 240 Nm.
Civic RS ini memilki dimensi panjang 4678 mm, lebar 1802 mm dan wheelbase 1415 mm. Mobil ini hanya tersedia dalam 1 varian yaitu mobil dengan transmisi otomatis atau CVT.
Berikut ini harga Honda Civic RS 1.5L (CVT): Rp 616,8 jutaan (harga OTR).
Honda Civic Type R
Honda Civic Type R 2024 adalah mobil jenis hatchback dengan kapasitas 5 tempat duduk. Mobil ini memilikidimensi panjang 4557 mm, lebar 2076 mm dan wheelbase 1421 mm
Mobil hatchback ini memiliki kapasitas mesin 1996 cc dan mampu menghasilkan tenaga 306 hp dan torsi puncak 400 Nm. Mobil dengan ukuran ban 245/30 ZR20 dan ukuran pelek alloy 20 inchi ini dirilis hanya dalam satu varian dasar dengan transmisi manual.
Harga Honda Civic Type R 6-Speed MT (manual): Rp 1,428 milyaran (harga OTR).
Honda Accord
Mobil Honda Accord 2024 ini adalah jenis sedan dengan kapasitas 5 tempat duduk. Mobil ini memiliki kapasitas mesin 1498 cc dan mampu mengeluarkan tenaga 187 hp, torsi puncak 260 Nm dan memiliki ground clearance 138 mm.
Mobil dengan dimensi panjang 4962 mm, lebar 1862 mm, dan wheelbase 1449 mm ini dirilis dalam satu varian dasar dengan transmisi E-CVT. Berikut ini harga mobil ini
Demikianlah daftar harga mobil Honda 2025, mulai dari Brio hingga Civic. Informasi harga ini amat berguna bagi yang berencana membeli mobil merek Honda agar bisa mempersiapkan budget sesuai dengan kebutuhan yang ada.
JAKARTA, KOMPAS.com – Memasuki tahun 2025, beberapa pabrikan mobil di Indonesia mulai menaikkan harga kendaraan mereka, mengikuti perubahan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 11 persen menjadi 12 persen. Kenaikan harga ini berlaku untuk kendaraan yang telah dikenakan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) sebelumnya. Dari pantauan Kompas.com, beberapa merek seperti Daihatsu, Honda, Suzuki, dan Toyota telah mengerek harga pada berbagai model kendaraan yang mereka pasarkan.
Padahal, penerapan penuh tarif PPN 12 persen baru akan dimulai pada 1 Februari 2025.
Perubahan tarif PPN sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 131 Tahun 2024, di mana pada Januari 2025 pemerintah menerapkan masa transisi dengan tetap menghitung PPN dengan tarif 11 persen untuk konsumen akhir. “Anggap saja transisi. Nanti kenaikan PPN jadi 12 persen dimulai tanggal 1 Februari 2025. Kan juga kasihan kalau ada yang sudah inden Desember, tahu-tahu ini sudah naik PPN-nya di Januari,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro. Salah satu pabrikan yang sudah menyesuaikan harga jual kendaraannya dengan tarif PPN baru adalah Suzuki, sebagaimana dikatakan oleh Department Head of 4W Sales PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS), Randy R Murdoko.
“Awal tahun ini memang ada beberapa isu yang berdampak pada harga terkait kebijakan, tapi yang sudah terimplementasi adalah PPN dari 11 persen menjadi 12 persen. Jadi untuk meminimalisir, kami benar-benar hanya melakukan penyesuaian 1 persen saja, untuk lainnya (opsen pajak) sementara ini kami coba untuk kompetitif,” kata Randy. Hal serupa dilakukan Daihatsu, di mana kenaikan telah dilakukan menyesuaikan tarif PPN dan BBNKB baru. “Harga di sana (situs) adalah harga DKI, sebenarnya kenaikan harga on the road (OTR) hanya dipengaruhi komponen kenaikan PPN 1 persen untuk model-model yang sudah dikenakan PPnBM sebelumnya,” ujar Sri Agung Handayani, Direktur Marketing and Planning & Communication PT Astra Daihatsu Motor (ADM). Yusak Billy, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), menambahkan bahwa faktor penentuan harga jual pada awal tahun ini dipengaruhi oleh banyak hal, namun Honda tetap berkomitmen memberikan nilai tambah bagi konsumen.
“Honda senantiasa berupaya memberikan nilai tambah bagi konsumen. Hal ini diwujudkan salah satunya melalui berbagai insentif, termasuk program penjualan yang dirancang untuk mempermudah dan meringankan konsumen dalam melakukan pembelian,” jelas Yusak. Meski demikian, pemerintah memberikan skema pengembalian kelebihan pembayaran PPN 12 persen untuk barang dan jasa yang sudah telanjur dibayarkan. Sebab, diakui putusan penundaan pajak pertambahan ini cukup terlambat.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Suryo Utomo, menyebut bahwa masyarakat dapat mengajukan pengembalian dana tersebut kepada penjual dengan menunjukkan struk pembelian yang sudah ada. “Caranya seperti apa? Ini kan B to C, business to consumer. Jadi mereka kembali dengan menyampaikan struk yang sudah dibawa selama ini,” jelas Suryo. Dengan adanya masa transisi ini, pemerintah berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat menyesuaikan diri dengan perubahan tarif PPN yang baru, yang mulai berlaku secara penuh pada 1 Februari 2025.
Jakarta – Suzuki Indomobil Sales (SIS) bakal meluncurkan beragam mobil baru di tahun 2025. Suzuki menyebut, tahun 2025 mereka akan meluncurkan jajaran mobil SUV. Harold Donnel, 4W Marketing Director PT SIS, mengatakan pihaknya akan menggebrak pasar otomotif Indonesia tahun 2025. Suzuki telah menyiapkan mobil baru untuk pasar Indonesia.
“Di tahun 2025 kami akan sangat menggebrak market otomotif Indonesia dengan perencanaan produk-produk yang sesuai dengan selera dan market Indonesia,” kata Harold di acara Suzuki Media Gathering 2025 di Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (17/1/2025).
Jakarta – Suzuki Indomobil Sales (SIS) bakal meluncurkan beragam mobil baru di tahun 2025. Suzuki menyebut, tahun 2025 mereka akan meluncurkan jajaran mobil SUV. Harold Donnel, 4W Marketing Director PT SIS, mengatakan pihaknya akan menggebrak pasar otomotif Indonesia tahun 2025. Suzuki telah menyiapkan mobil baru untuk pasar Indonesia.
“Di tahun 2025 kami akan sangat menggebrak market otomotif Indonesia dengan perencanaan produk-produk yang sesuai dengan selera dan market Indonesia,” kata Harold di acara Suzuki Media Gathering 2025 di Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (17/1/2025).
Suzuki Fronx. Apalagi, Suzuki Fronx telah diuji juga di jalanan Indonesia. Kode mobil baru diduga Suzuki Fronx juga sudah muncul.
Dalam situs Samsat PKB Jakarta, terdapat kode A3L415F yang belum diketahui akan digunakan oleh mobil Suzuki tipe mana. Namun jika merujuk pada pencarian di Google, A3L415 merupakan kode untuk sparepart mobil Suzuki Fronx.
Pada situs Samsat PKB Jakarta, kode mobil A3L415F akan hadir dalam lima varian beserta NJKB-nya. Tipe A3L415F GL (4X2) AT Rp 174.000.000, A3L415F GL (4X2) MT Rp 166.000.000, A3L415F HS (4X2) AT Rp 194.000.000, A3L415F HX (4X2) AT Rp 186.000.000, dan A3L415F HX (4X2) MT Rp 178.000.000.
Selain mobil baru, Suzuki juga akan meluncurkan penyegaran produk yang sudah ada. “Kami akan memberikan begitu banyak penyegaran produk sepanjang 2025, mudah-mudahan ini bisa membantu menumbuhkembangkan market otomotif Indonesia sehingga industri otomotif Indonesia lebih maju lagi,” ungkap Harold.
Sementara itu, Zulfikar Rafi Al Ghany, Head of Public Relations Strategic Planning Department PT SIS, menambahkan tahun 2024 pihaknya telah menjual mobil sebanyak 69.392 unit. Sekitar 30 persen di antaranya adalah mobil berteknologi mild hybrid.
“Penjualan hybrid 30 persen, penjualannya sebanyak 17.594 unit,” kata Ghany.
JAKARTA, KOMPAS.com- Tahun 2025 akan menjadi momen yang dinantikan para pecinta otomotif di Indonesia. Sejumlah pameran memanjakan mata siap digelar, menampilkan inovasi terkini dan teknologi mutakhir dari industri kendaraan bermotor. Berbagai acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan produk unggulan dari berbagai merek, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada pengunjung untuk menjelajahi tren otomotif masa depan.
Berikut rangkuman pameran otomotif yang sayang untuk dilewatkan.
IIMS 2025 akan berlangsung pada 13–23 Februari 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini menghadirkan berbagai merek kendaraan, termasuk peluncuran produk baru yang memulai debutnya di pasar Indonesia.
dijadwalkan pada 29 April–4 Mei 2025 di JIExpo Kemayoran. Fokus utama pameran ini adalah kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan, dengan berbagai inovasi dari sektor otomotif berkelanjutan.
GIIAS 2025 akan digelar pada 23 Juli–3 Agustus 2025 di ICE BSD City, Tangerang. Pameran ini menghadirkan berbagai kendaraan dari merek ternama, termasuk mobil listrik dan konsep masa depan.
IMOS 2025 akan berlangsung pada 24–28 November 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Acara ini menjadi ajang utama untuk menampilkan inovasi di industri sepeda motor, seperti motor listrik dan aksesoris terbaru. 5. Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 GJAW 2025 akan diadakan pada 28 November–7 Desember 2025 di ICE BSD City. Pameran ini menampilkan model kendaraan terbaru dengan teknologi canggih dari berbagai merek otomotif ternama.
GJAW 2025 akan diadakan pada 28 November–7 Desember 2025 di ICE BSD City. Pameran ini menampilkan model kendaraan terbaru dengan teknologi canggih dari berbagai merek otomotif ternama.
Pameran-pameran ini menjadi kesempatan emas bagi pengunjung untuk melihat langsung perkembangan teknologi otomotif, mencoba berbagai kendaraan, serta menikmati penawaran khusus yang sering diberikan selama acara berlangsung. Jangan lewatkan pengalaman ini untuk mengikuti tren otomotif terbaru!
Jakarta, VIVA – Pada tahun 2025, Indonesia akan menjadi tuan rumah berbagai pameran otomotif bergengsi yang menampilkan inovasi dan teknologi terbaru di industri kendaraan bermotor. Berikut adalah beberapa pameran otomotif yang dapat Anda kunjungi, hasil rangkuman VIVA Otomotif Minggu 12 Januari 2025:
1. Indonesia International Motor Show (IIMS) 2025
IIMS 2025 akan berlangsung pada 13-23 Februari 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini akan menampilkan berbagai merek mobil dan motor, termasuk peluncuran merek-merek baru yang melakukan debut pertama di Indonesia.
2. Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025
PEVS 2025 akan digelar pada 29 April-4 Mei 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini difokuskan pada kendaraan listrik dan teknologi ramah lingkungan, serta menampilkan berbagai produk dan solusi terbaru dari industri otomotif berkelanjutan.
3. Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025
GIIAS 2025 dijadwalkan pada 23 Juli – 3 Agustus 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang. Pameran ini akan menampilkan berbagai kendaraan dari merek-merek terkenal, termasuk mobil listrik dan konsep terbaru.
4. Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025
IMOS 2025 dijadwalkan berlangsung pada 24-28 November 2025 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan. Acara ini merupakan ajang bergengsi untuk menampilkan inovasi terbaru di industri sepeda motor, termasuk motor listrik dan aksesoris pendukung.
GJAW 2025 akan diselenggarakan pada 28 November – 7 Desember 2025 di ICE BSD. Pameran ini akan menampilkan model otomotif terbaru dengan teknologi canggih dari berbagai merek ternama.
Mengunjungi pameran-pameran ini memberikan kesempatan untuk melihat langsung perkembangan terbaru dalam industri otomotif, mencoba berbagai kendaraan, dan memanfaatkan penawaran khusus yang sering diberikan selama acara berlangsung
Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah agen pemegang merek (APM) otomotif seperti Hyundai, Ford, Jeep, Honda hingga BYD Denza telah mengumumkan akan meluncurkan model terbarunya pada 2025. Banyaknya model mobil baru yang bakal meluncur pada tahun ini menjadi angin segar di tengah risiko penurunan penjualan mobil imbas kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12% dan pungutan opsen pajak. Produsen otomotif asal Korea Selatan, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) bersiap meluncurkan model terbarunya pada pekan ini, tepatnya pada Kamis (9/1/2025). Hal itu terungkap berdasarkan undangan peluncuran yang beredar. Hyundai secara gamblang juga menampilkan wujud mobil baru tersebut. Meski tak disebut modelnya, namun kendaraan itu diduga kuat merupakan Hyundai Creta terbaru dengan sentuhan N Line.
Chief Marketing Officer Hyundai Motors Indonesia, Budi Nur Mukmin mengatakan, perseroan memang akan semakin gencar meluncurkan model-model terbaru pada tahun ini. Hal itu untuk menggairahkan pasar di tengah berbagai tantangan bagi industri otomotif. “Tahun 2025 akan menjadi tahun yang menantang buat kami, tapi kami akan terus berusaha memberikan produk terbaik serta layanan terbaik kepada masyarakat,” jelas Budi kepada Bisnis, dikutip Senin (6/1/2025).
Selanjutnya, produsen mobil asal Amerika Serikat (AS), Ford juga akan meluncurkan dua model terbarunya di Tanah Air pada 2025, yakni Ford Mustang dan Ranger Raptor 3.000 cc. Hal itu dikonfirmasi oleh RMA Indonesia, selaku agen pemegang merek Ford. Director Sales RMA Indonesia Steven Beteng Santoso mengatakan sejauh ini Ford baru memboyong dua produk yakni Ranger dan Everest. Namun, menurutnya model tersebut mendapatkan respons yang baik dari masyarakat Indonesia. “Walaupun kami belum bawa produk banyak, tetapi respons dari pecinta Ford luar biasa. Sampai saat ini kami baru bawa dua produk yaitu Ranger dan Everest. Animonya cukup baik sehingga sampai saat ini kami masih mendapatkan pesanan cukup banyak,” ujar Steven di Jakarta, pada November 2024 lalu. Mobil asal AS lainnya yakni Jeep juga bakal meluncurkan model terbaru pada 2025. Chief Operating Officer Jeep Indonesia Ario Soerjo mengatakan, Jeep sangat bangga dapat menjadi bagian dari PT Indomobil National Distributor. Lebih lanjut, Ario mengatakan, sebagai bagian dari rencana besar perseroan, Jeep Indonesia berkomitmen untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan pengalaman konsumen. Jeep pun akan segera merilis Wrangler Rubicon pada 2025. “Satu langkah strategi kami yaitu akan mendatangkan Jeep Wrangler Rubicon terbaru 2025, yang bukan hanya sebuah kendaraan tetapi juga sebuah warisan yang merepresentasikan kekuatan, fleksibilitas, dan desain yang tidak lekang oleh waktu,” jelas Ario. Beralih ke merek mobil Jepang, PT Honda Prospect Motor (HPM) juga sedang bersiap meluncurkan model HR-V listrik atau Honda e:N1 pada tahun ini. Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy mengatakan pihaknya telah memiliki roadmap untuk mewujudkan visi elektrifikasi di Indonesia, dengan memperkenalkan beberapa model kendaraan listrik anyar. “Saat ini Honda telah memperkenalkan beberapa produk hybrid sebagai transisi dan akan mulai meluncurkan mobil BEV di tahun 2025 yaitu Honda e:N1,” jelas Billy kepada Bisnis. Sementara itu, untuk merek mobil asal China, ada beberapa model yang akan meluncur seperti Denza D9 milik Grup BYD, Chery Tiggo 8 PHEV hingga XPeng G6 dan XPeng X9.